News Update :
Tampilkan postingan dengan label Keyakinan wahabi pada pencipta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keyakinan wahabi pada pencipta. Tampilkan semua postingan

Apakah kekufuran mengatakan: Allah melihat dan mendengar secara harfiah

Penulis : Bagus Rangin on 7 April 2014 | 09.47.00

7 April 2014



Pertanyaan: Saya merenungkan pasal literalis dan pertanyaan saya mengenai Frase dalam kitab aqidah Tahawiyyah. "Wa man wasafa Allaha bima'nan min Ma'ani al bashar faqad kafar" - ". Dan siapapun yang mensifati atribut Allah dengan makna yang berlaku untuk mahluk maka ia telah kufur" ,nah Apakah saya tau bahwa seseorang menjdi kufur dengan mengatakan Allah benar-benar memiliki tangan/organ, tapi kenapa di anggap tidak kufur ketika mengatakan Allah melihat dan mendengar secara harfiah? dan karena Ma'ana melihat juga berlaku untuk manusia? 

Jawaban: Kita harus percaya bahwa arti dari kata-kata mendengar dan melihat berbeda pengertiannya ketika kata kata itu merujuk kepada Allah. Hal ini berlaku untuk semua kata-kata yang mengacu pada sifat-sifat Allah.  saya katakan mengenai atribut penglihatan, pendengaran dan kalam:

Allah di sifati  dengan:

_____________________________________

1) {Mendengar (Al-Sam / السمع),

2) dan melihat (Al-Basar / البصر), yang asal keduanya berhubungan dengan semua yang ada,} Allah berfirman dalam Quran:

"ليس كمثله شيء وهو السميع البصير" 

Artinya: ". Tidak ada yang menyerupai-Nya, dan Dia Maha Mendengar, juga Maha Melihat" (Ash-Shuraa, 11)

Dari sini kita memahami bahwa Mendengar dan Melihat-Nya tidak seperti mendengar atau melihat kita. melihat dan mendengarNya bukan dengan instrumen, seperti telinga atau mata, tidak tergantung pada getaran, cahaya atau jarak. Hal ini karena Allah adalah Satu dan tidak butuh apa-apa. Pendengaran dan penglihatan-Nya juga tidak berurutan, karena Allah tidak berubah, Hal-hal yang dilihat atau didengarlah yang berurutan, namun pendengaran-Nya dari  semua itu tidak begitu.

3)  (Al-Kalaam / الكلام) berbicara, tanpa huruf atau suara, yang berkaitan dengan apa pun yang ada dalam Pengetahuan-Nya.}

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

"وكلم الله موسى تكليما" 

Artinya: "Dan Allah berbicara kepada Musa." (An-Nisaa ', 164) Artinya dengan kalam-Nya yang bkan huruf atau suara.

Kalam Allah bukan resonan sebagaimana kalam kita, namun jika berkehendak,maka Allah bisa membuka hijab dari kita untuk mendengar kalam,-Nya sehingga kita bisa mendengar dan memahami dari apa yang Dia kehendaki bagi kita untuk memahaminya. selain itu , kita tidak perlu, dan pada kenyataannya tidak bisa tahu hakikat sifat kalam Allah .

Di akhirat, umat Islam akan mendengar kalam Allah, seperti yang terjadi pada Nabi Musa  . Artinya, tanpa kalamNya BERUPA huruf, suara, DAN kata-kata, tidak berurutan atau ada permulaan , penghentian, atau indera.

Ini benar bahwa kalam Allah adalah kekal dan tidak memiliki awal, karena jika tidak, maka akan membutuhkan pencipta untuk memberikan eksistensi kalamNya. Hal ini tidak masuk akal mengatakan bahwa kalam Allah adalah huruf atau suara, dan kemudian mengatakan bahwa kalamNYA itu tidak diciptakan.  ini karena  huruf dan suara pasti memiliki awal, dan apa pun ygmemiliki awal harus dibawa ke dalam keberadaan, dan dengan dibawa ke dalam keberadaan itu berarti di ciptakan....

Muslim juga akan melihat Allah tanpa Dia berada di arah, tempat, jarak. dan semua itu otentik diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari bahwa Nabi SAW berkata:

ما منكم من أحد إلا سيكلمه ربه ليس بينه وبينه ترجمان ولا حجاب يحجبه

Setiap KALIAN akan berbicara dengan Tuhannya tanpa penterjemah. dan tidak ada hijab  bagi mata dari melihat-Nya "(Al-Bukhari, 7005).

Ini tidak seperti mendengar atau melihat ciptaan, karena Allah berfirman dalam Quran itu,

"ليس كمثله شيء" 

Artinya: ". Tidak ada yang menyerupai-Nya" (Ash-Sħuuraa, 11)

Harus dicatat mengenai sifat Allah mendengar, Melihat dan Kalam bahwa semua sifat tsbt benar-ada pada dzatNya, dan bukan sesuatu yang mungkin. semuanya adalah atribut kesempurnaan dan sebagai kebutuhan bagiNya, dan bukan juga kemampuan. Oleh karena itu dilarang untuk mengatakan bahwa Allah dapat mendengar, melihat atau berbicara, karena perkataan itu menyiratkan bahwa Dia dapat mendengar, melihat atau berbicara, yang merupakan keyakinan menyimpang. Jadi kita mengatakan bahwa Allah mendengar, atau melihat Allah, atau Allah berbicara, tapi tidak harus mengatakan, "Allah bisa mendengar," atau "bisa melihat," atau "bisa berbicara." Dengan kata lain, Allah dikaitkan dengan pendengaran, penglihatan , dan bicara yang tidak memiliki awal, atau akhir, dan juga tidak terdiri dari bagian, urutan, dan tidak memiliki ada kesamaan dengan sifat pendengaran, penglihatan, dan bicara kita.

_____________________________________

Perbedaan dalam masalah antara mensifati Allah dengan kata "tangan" dan kata  "mendengar" jugA "melihat" adalah bahwa kalimat pertama [tangan] cenderung membawa ide organ/bagian/body, atau instrumen tubuh ke dalam pikiran secara spontan setelah mendengar kalimat itu,ytetapi kata Pendengaran dan penglihatan tidaklah seperti itu. Itulah mengapa akan menjadi kufur mengatakan bahwa Allah memiliki tangan dalam arti harfiah. tetapi Dalam kasus seseorang berkata bahwa Allah " mendengar " atau " melihat" secara harfiah itu tidak secara spontan di ketahui apa yang dimaksudkannya. Jika dia berarti bahwa Allah memiliki  mendengar dengan telinga atau penglihatan berurutan, maka itu adalah kufur. namun, jika ia hanya ingin menekankan bahwa Allah benar-benar memiliki sifat sifat tersebut, sementara ia percaya bahwa pendengaran dan penglihatan-Nya bukan dengan instrumen, dan tidak memiliki awal dan akhir atau dan tidak berubah,maka itu hal yg benar.



TANYA-JAWAB
 
Pertanyaan  : Wahabiyya selalu mengatakan: "Anda MELARANG kami mengatakan  Allah SWT memilki" Tangan "dan" dan bahwa kami tidak diperbolehkan untuk mengatakan bahwa Allah berada di atas Arsy, bergerak, datang dll,itu justru penyebabnya karena kalian membandingkan Allah dengan ciptaan-Nya, padahal kami berkata, "Dia memiliki Tangan Tangan tidak seperti tangan kita, Dia datang tidak seperti datang mahluk" dll! Dan padahal kalian berbuat hal yang sama! kalian berkata: "Dia melihat, tidak seperti melihatnhya ciptaan! Dia mendengar, tidak seperti mendengar ciptaan-Nya! Jadi ketika kita membandingkan Allah dengan makhluk-Nya, Anda akan melakukan hal yang sama! Jadi di mana perbedaan antara kalian dan kami? "

Apa yang bisa kita jawab?

JAWABAN: Apa yang mereka[WAHABI] Terjemahkan sebagai kaki, yaitu qadam,itu bukan merupakan sifat dari Allah. Qadam adalah sesuatu yang Allah tempatkan ke dalam neraka, jadi bagaimana bisa menjadi sifat Allah? Dan adalah gila mengklaim bahwa Kata "yad", yang mereka terjemahkan "tangan,"  lalu di nisbatkan sebagai sifat tetapi bukan tangan, karena tangan adalah sesuatu dengan dimensi fisik, sehingga perlu pencipta yang menentukan dimensi-dimensinya. Jadi, ketika seseorang mengatakan "yad tidak seperti yad kami" itu berarti bahwa  yad adalah tangan yang bukan tangan. Anda dapat mengatakan sifat sebagaimana dalam nas seperti "yad tidak seperti tangan kami", tetapi untuk mengatakan "Tangan tidak seperti tangan kami," adalah terjemahan yang menyesatkan . Perbedaan antara Wahabi dan kita adalah bahwa mereka percaya Allah memiliki dimensi fisik, seperti bagian, arah, batas dan ukuran,maka Ketika mereka mengatakan "Tangan tidak seperti tangan kami," itu maksudnya bahwa DIA[Allah] memiliki tangan /organ yg berbeda warna dan bentuk, atau hal seperti itu, sementara kita memahami bahwa Allah tidak memiliki bagian, batas atau dimensi fisik juga perubahan. Perbedaannya adalah substansial, karena mereka menyangkal ayat "Dia tidak menyerupai apa-pun." itu mutlak bukan tdk menyerupai dari satu sisi saja.
komentar | | Read More...

Al-Qurţubiyy: yang meyakini Allah memiliki bentuk,ukuran adalah penyembah berhala

Penulis : Bagus Rangin on 27 September 2013 | 19.39.00

27 September 2013



Al-Qurţubiyy (ulama mufassir yang terkenal) mengatakan dalam kitabnya al-Asnaa,hal 193:




Artinya: maka wajib bagi setiap orang mukalaf untuk mengetahui bahwa Allah swt itu maha besar dengan kebesaran mutlak [status], yang tidak ada sesuatu yang lebih besar dari-Nya [status]. Dan Ia di sucikan dari setiap sifat/atribut yang berhubungan dengan jisim/fisik dan jirim/benda [memiliki ukuran,bentuk] sebagaimana Dia Ta'ala membersihkan diriNya dari semua itu dengan firman-Nya:

الكبير المتعال

[Yang ditafsirkan: Allah adalah besar dengan kebesaran mutlak dan Allah maha tinggi dengan ketinggian yg bukan secara bentuk atau ukuran. -Ed.]

Dengan ini Ia memberitahukan kepada kita bahwa Dia Taala adalah Al-Kabiir, dan "Alif lam [AL] itu berfaidah kemutlakan. Lalu Allah berkata "Al-Mutaaal" dan dengan itu DIA membersihkan diri-Nya dari kebesaran secara jisim;fisik dan dari kebesaran secara benda/jirim ,dan barang siapa meyakini hal tersebut pada Allah [Allah memiliki kebesaran secara jisim dan jirim, yaitu dalam hal bentuk atau ukuran] maka ia adalah musyabih, dan musyrik/ penyembah berhala.
komentar | | Read More...

Ciri Khas berfikir ala wahabi dalam sifat Uluw Allah

Penulis : Bagus Rangin on 26 September 2013 | 19.53.00

26 September 2013







Wahabi mengatakan: Abu Hasan al-Asy'ari sendiri tidak hanya meng'itsbaat Allah memiliki sifat al uluw;di atas, tetapi beliau pun mentakfir terhadap orang yang menolaknya.

Komentar: Semua Muslim percaya bahwa Allah itu Al uluw;di atas, tetapi keyakinan itu didasarkan pada keyakinan bahwa uluww atau ketinggianNya tidak berarti harus secara tempat, tetapi ketinggian yang mutlak dalam status dan kekuasaan. Tidak ada seorang Muslim akan menyangkal atas sifat ketinggian mutlak Allah dengan pengertian ini. Ini adalah makna absolut, tidak seperti makna tinggi di tempat , karena semua status dan kekuasaan milik Allah dalam realitasnya:

إن العزة لله جميعا

Artinya: ". Sesungguhnya semua kekuasaan dan penaklukan milik Allah"  (Yunus, 65) 


Keyakinan Ini tidak seperti keyakinan orang yg mengatakan bahwa ketinggian Allah adalah di lokasi, yang mana ketinggian seperti itu merupakan hal yg relatif berkaitan dengan penempatan relatif , dan tidak mutlak. pengertian Ini juga tidak memastikan adanya kemulian dan keagungan karena Tibet berada di lokasi yang lebih tinggi dari Makkah, namun Makkah lebih mlia dan lebih baik.

Wahabi mengatakan: Kami tidak menyatakan realitas literal dari ungkapan Allah berada di atas itu berarti berada di "lokasi" seperti yang didefinisikan oleh femahaman bidah dari kalangan ahlul-Kalaam. Lokasi menurut mereka adalah kurungan, dalam ruang, dan dalam arah. Ini adalah beberapa aspek umum tentang "lokalitas"  menurut ahlul-Kalaam.

Jawaban: Sunni menolak bahwa Allah berada di lokasi atas karena itu berarti ada di ruang angkasa. pengertian Ini  merupakan hal yg tdk bisa di sangkal, karena jika ada sesuatu di lokasi, maka itu tidak berada di lokasi lain, yang berarti terbatas pada lokasi itu, berada di lokasi itu menyiratkan kejisiman/fisik/tubuh, karena jisim adalah sesuatu dengan ukuran, sebagaimana telah dikemukakan oleh guru antropomorfisme Ibnu Taimiyah:

فقد ثبت بموجب هاتين المقدمتين صحة قول القائلين بالجهة وقول القائلين بأنه جسم وكونه جسما يستلزم القول بالجهة

".... maka telah tetap dengan didirikan dari dua muqodimah ini, atas benarnya perkataan orang yang mengatakan bahwa Allah dalam arah, dan juga benarnya perkataan orang2 yang mengatakan bahwa Dia adalah jisim, dan pernyataan bahwa Allah itu jisim berimplikasi pada keadaanNya di dalam arah (Bayaan Talbiis Al-Jahmiyyah, 2/125)

Ini adalah klaim imam yg di ikuri wahabi...

Berada di arah, mengharuskan berada di lokasi, dan menjadi jisim atau sesuatu yang terbatas. Oleh karena itu ketinggian Allah yg disebutkan dalam kitab suci, bukan merupakan ketinggian dalam arti arah, karena dalam firman Allah yang lain Allah mengatakan:

ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمائه سيجزون ما كانوا يعملون

Artinya: "Hanya milik Allah asmaa asma yg indah, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.  "(Al-'Araaf, 180)

maka Kita tahu dari ayat ini bahwa setiap kali kitab suci menyebutkan sifat Allah, itu harus dipahami dengan makna yang paling indah dari kalimat tersebut, dan seperti yang kita ketahui, "ketinggian" bisa berarti ketinggian status. Ini adalah arti yang indah,  di banding "ketinggian arah." Oleh karena itu, kita mengerti dari  ketinggian Allah itu adalah ketinggian status, dan bukan ketinggian dari arah atau lokasi.
Wahabi berkata: para [Philosophers / Mutazilah / Jahmiyyah] yang menyimpang. mengatakan bahwa Allah tidak dalam arah. Para Asyariyyah juga mengatakan bahwa Allah tidak dalam arah. Oleh karena itu Asyariyyah juga menyimpang.

Komentar: Ini adalah strategi khas wahabi ,mereka mencoba menjatuhkan lawan mereka. padahal Ini adalah keliru, karena adanya kesamaan filsuf 'dengan Asħariyyah pada beberapa masalah tidak berarti bahwa Asħariyyah seperti para filsuf dalam segala hal, paling tidak asyariyah berbeda dengan mereka dari semua keyakinan yg menyimpang. Kepercayaan utama para filsuf yg menyimpang adalah pernyataan mereka bahwa alam/ciptaan itu abadi. keyakinan mereka ini di anut juga oleh Ibnu Taimiyah dengan pendapatnya tentang qodim na'u alam...
komentar | | Read More...

Wahabi memahami Alquran Hadis dengan Akal..!!

Penulis : Bagus Rangin on 13 Agustus 2012 | 01.02.00

13 Agustus 2012






Wahabi menggunakan akal tajsim yakni sesuatu yang ada mesti jisim [ada bentuk dan rupa] sehingga mereka percaya bahwa Allah adalah jisim/tubuh, yaitu sesuatu dengan bentuk dan ukuran. Karena alasan ini, mereka berpikir dan memahami bahwa setiap kata-kata  yang nampak dalam ayat dan hadis membantu ide mereka tentang femahaman akal mereka  ini, dan mereka mengangap itu adalah dalil bukti untuk Aqidahnya.femahaman akal mereka ini berdampak pada perbedaan kita dengan mereka dalam memahami semua nas atau perkataan tentang Sifat dan dzat Allah... Namun, Allah bukanlah jisim/ tubuh, karena jika Dia jisim, maka Dia akan membutuhkan pencipta untuk menentukan bentuk/ukuranNya, seperti bentuk bentuk yang lainnya. Itulah sebabnya Allah mengatakan kepada kita bahwa Dia tidak menyerupai apapun. Dengan kata lain, jika mereka dengan akalnya seperti itu, maka mereka tidak akan memiliki dasar untuk memahami tulisan suci, tetapi jika tidak begitu, maka mereka akan mengerti maksud tex tex suci.
komentar | | Read More...

Al Qurtubi: Ketinggian secara tempat adalah ketinggian relatif

Penulis : Bagus Rangin on 6 Juli 2012 | 11.13.00

6 Juli 2012




Al-Qurţubiyy menyatakan:

 قلت: فعلوا الله تعالى وارتفاعه عبارة عن علو مجده وصفاته وملكوته. أي ليس فوقه فيما يجب له من معاني الجلال أحد, ولا معه من يكون العلو مشتركا بينه وبينه, لكنه العلي بالإطلاق سبحانه.

Aku berkata;ketinggian adalah mengacu pada tinggi kemuliaan dan atribut juga kebesaranNya. Artinya, tidak ada yang lebih tinggi dariNya dalam makna kebesaran dan kemuliaan  , dan tidak ada yang sepadan dengan Nya antara sifat ketinggianNya. Melainkan Ia yang paling tinggi secara mutlak (Tafsiir Al-Qurţubiyy, 7/220)

Perhatikan...!! karena ketinggian secara lokasi itu relatif, tidak seperti ketinggian mutlak sebagaimana di jelaskan Al-Qurţubiyy, mereka yang percaya ALLAH tinggi secara tempat,maka itu sama dengan memberi sifat yang cacat untuk Allah.

Dalam Al-Asnaa Al-Qurţubiyy berkata secara eksplisit:
komentar | | Read More...

T & J: Jika Allah tidak di atas, mengapa Nabi mi'raj untuk bertemu Tuhannya?

Penulis : Bagus Rangin on 9 Juni 2012 | 17.06.00

9 Juni 2012






Pertanyaan wahabi:, "Jika Allah tidak di atas maka mengapa Nabi pergi[miraj] untuk memenuhi panggilan Tuhannya? "

Jawaban: muncul bentuk pertanyaan seperti ini memang masuk  akal. ini gada beda seperti bertanya, "mengapa Allah menurunkan wahyu pertama kepada Nabi di kota Makkah, dan bukan di Cina?" Anda mungkin bisa bertanya seoerti itu kepada mereka "mengapa tidak?"
komentar (6) | | Read More...

Wahhabi : Asy'ariyah Membandingkan Allah dengan ciptaan

Penulis : Bagus Rangin on 22 Mei 2012 | 20.10.00

22 Mei 2012



Wahhabi: kalangan asyari mengambil bukti non al-Quran sebagai fakta tertentu, dan kemudian menggunakannya untuk menyangkal atau mendistorsi sesuatu yang jelas dalam Quran (dalam hal ini adalah sifat-sifat Allah). Di sinilah sebenarnya terletak perbedaan utama yang kita miliki dengan Ashariyah. Jika tidak ada sesuatu yang seperti Dia [Allah], kita tidak bisa membandingkan-Nya dengan ciptaan atau 'tubuh/jisim' melainkan kita hanya menerima apa yang Dia katakan tentang dzatNya.

Respon : Sebenarnya, jika tidak ada yang seperti Dia [Allah], maka Anda harus menyangkal bahwa apa pun yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang sifat Allah itu tidak memiliki suatu sisi kesamaan. Ashariyah tidak menyangkal sifat-sifat Allah, dan mereka tidak membandingkan Allah dengan ciptaan dan tubuh/jisim, mereka menyangkal bahwa Dia itu seperti ciptaan. Mereka menyangkal bahwa sifat-Nya harus kuantitatif atau terbatas. Itu adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan apa yang anda katakan. hal Ini tidaklah melibatkan perbandingan, tapi itu adalah mengetahui karakteristik ciptaan yang menjadikan bukti bahwa ciptaan membutuhkan seorang pencipta. Ini adalah sesuatu yang jelas bahkan menurut masyarakat umum,  itu berarti bahwa Allah tidak terbatas, bukan dalam waktu dan bukan menempat. Sebaliknya, Dia menciptakan waktu dan ruang, dan Dia ada tanpa semua itu sebelum semua itu ada, dan Dia sekarang seperti Dia sebelum semua itu ada.
komentar | | Read More...

Aqidah Wahabi tersembunyi dan sedikit di sepanjang abad 3 - 7 H

Penulis : Bagus Rangin on 8 April 2012 | 19.59.00

8 April 2012



  ابن جبرين يتوسط الجالسين لابس جماغ أحمر بدون عقال 
Ibnu Jibriin, ulama besar wahabi, mengakui hal ini dalam syarahnya terhadap kitab lum'ah itiqad hal 14-15,ia menyatakan:

  لما انقضى القرن الثالث آخر القرون المفضلة أميتت هذه الكتب مع الأسف, وأصبحت مخزونة لا يعترف بها ولا تقرأ, ولا تدرس إلا نادرا وبصفة خفية, وتمكن مذهب الأشاعرة ومذهب المعتزلة أيما تمكن, وانتشر الإكباب عليه, وكثرت الدروس والكتب التي تؤلف فيما يتعلق بهذه العقائد; عقيدة الأشعرية وعقيدة المعتزلة, وكادت السنة وكتبها أن لا يكون لها ذكر, بل كاد مذهب الإمام أحمد أن يضمحل, ولم يبق أحد عليه إلا قلة. 

: Ketika berakhir abad ketiga Hijrah,yakni akhir dari (tiga) abad terbaik, matilah pelajaran kitab-kitab ini (maksud dia mgkn kitab2 yang dia suka [1]) yang merupakan hal yg di sayangkan, dan tersimpan tanpa ada yang mengakui, membaca, atau mempelajarinya kecuali sangat jarang, dan dgn tersembunyi. dan madhab Asħariyyah dan Mutazilah [2] menyebar dgn bebas dan dituangkan melalui studi2 mereka di mana-mana. dan hampir saja kitab ahlussunnah tdk pernah di sebut,malah madhab aqidah imam ahmad hampir punah kecuali sedikit.
komentar (10) | | Read More...

Salah satu klaim wahabi bahwa Allah memiliki arah

Penulis : Bagus Rangin on 4 April 2012 | 07.49.00

4 April 2012





Wahabi berkata: Imam Abu Hasan al-Asy'ari sendiri menetapkan Allah di atas,bahkan tidak hanya itsbaat al uluw pada Allah, bahkan beliau mengkafirkan terhadap orang yang menyangkalnya.

Komentar: Semua Muslim percaya hal itu, tapi hal itu didasarkan pada keyakinan bahwa al uluww:di atas itu tidak berarti keMuliaan secara tempat, tetapi al uluw mutlak secara status dan kekuasaan. Tak seorang Muslim pun menyangkal bahwa Allah di sifati dgn al uluw secara mutlak dalam pengertian ini,dan makna Ini adalah makna absolut, tidak seperti keMuliaan secara tempat, karena semua status dan kekuasaan adalah milik Allah :

إن العزة لله جميعا

Artinya: ". Sesungguhnya semua kekuasaan dan kemuliaan itu milik Allah" (Yunus, 65) 


Al uluw dgn makna Ini tidak seperti makna al uluw:di atas secara lokasi yang merupakan makna tinggi yg relatif dan berkaitan dengan penempatan relatif dari sesuatu, dan tidak mutlak, makna al uluw secara tempat juga tidak menandakan kebesaran, karena Tibet ada di lokasi yang lebih tinggi dari Makkah, namun Makkah itu lebih baik/utama dari tibet.
komentar | | Read More...

Di antara klaim Wahabi" Allah di atas langit" dengan ucapan fir'aun

Penulis : Bagus Rangin on 14 Maret 2012 | 07.04.00

14 Maret 2012




 Syaikh Yusuf al-Dijwi Mesir 
 

Pertanyaan: Wahabi mengklaim bahwa Allah ada di atas langit dengan perkataan fir'aun yang di ceritakan oleh Allah dalam Al quran: Firaun berkata: "Hai Haman! bangunkanlah buatku sebuah menara yang tinggi sehingga aku bisa mencapai jalan,jalan dari langit, dan bisa memandang Tuhan Musa', "(ALMU'MIN, 36-37), Ini membuktikan bahwa Musa AS percaya Allah menempat di langit, Mereka juga membawakan beberapa referensi dari kutipan karya-karya ilmiah dalam mendukung ide tersebut..
Jawabannya:
Pertama: tidak mungkin untuk mendirikan sebuah AQIDAH Islam yang tak terbantahkan berdasarkan apa yang di katakan oleh orang kafir. Argument bahwa firaun percaya tuhan Musa ada di langit ,dengan alasan bahwa Musa AS telah mengatakan hal itu padanya",maka ini tdk ada bukti, karena apapun yang di katakan firaun tentang "Tuhan Musa AS" bisa saja merupakan sesuatu kesalah fahaman firaun atau memang disalahartikan.
Kedua: dengan mengutip ayat dari Al quran tentang hal yang tdk di katakan oleh Nabi SAW, Maka hal itu tidak dapat membuktikan sohehnya keyakinan tsbt. sebuah argument membutuhkan ĥadiitS yang sangat otentik atau pernyataan AL Quran (selain mengutip perkataan kafir,) dan juga perlu di pahami dengan cara yang tidak bertentangan dengan teks-teks atau riwayat lain, atau Tdk ada fakta yang membantah klaim itu.
komentar (2) | | Read More...

Jisim/fisik memiliki batas tetapi Allah tidak

Penulis : Bagus Rangin on 12 Maret 2012 | 10.02.00

12 Maret 2012





 Syaikh Wahba Al-Zuhayli Suriah 

Wahabi berpendapat: "apa pun memiliki batas termasuk Allah dan hanya Allah yang tau batasNya,Dia terpisah dari ciptaannya dan berbeda dari ciptaan dan Dia tidak bisa berada di atas alam,kwcuali ia memiliki batas karena semua hal ini memiliki makna al-hadd [batas]"

Komentar: Catatan bahwa yang mereka maksud dengan ini "apa pun memiliki batas tidak [secara fisik] terpisah dan berbeda dari ciptaan dan yang tdk ada batas tidak bisa [secara fisik] di atas alam." Pernyataan ini didasarkan pada gambaran dari analogi antara ciptaan dan Pencipta, Ini mengasumsikan bahwa Allah adalah jisim/fisik (sesuatu dengan ukuran), dan karena itu harus 'seperti kata mereka" memiliki batas fisik. Asumsi ini dibuat, karena mereka berpikir atas Allah dengan sesuatu yang benar bagi ciptaan.


Sebuah sinopsis singkat dari kesalahan yang terkandung dalam argumen untuk batas
komentar | | Read More...

Apakah isarah Nabi dgn tangan dalam hadis sifat menunjukan Allah punya Organ?

Penulis : Bagus Rangin on 11 Maret 2012 | 21.02.00

11 Maret 2012




 Syaikh Maulana Tahir Utsman Bauchi Nigeria 



Pertanyaan: menurut salafi seperti dalam blog2 mereka dan juga perkataan ulama mereka yaitu syaikh Muhammad Khalil Al-Harras,bahwa Allah Maha Melihat dengan mata,dengan hujjah:  Aku mendengar Abu Hurairah membaca ayat :

‘‘Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” hingga pada ayat : ‘Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat’ (QS. An-Nisaa’ : 58), 

lalu ia (Abu Hurairah) meletakkan ibu jari tangannya ke telinganya, dan yang lain (telunjuk) ke matanya, lalu berkata : 

“Demikianlah aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membacanya dimana beliau juga meletakkan dua jarinya”. 
komentar (4) | | Read More...

Dialog Sunni VS Hasywiyah

Penulis : Bagus Rangin on 10 Maret 2012 | 00.49.00

10 Maret 2012




 Hadhratusy Syaikh Kiyai Haji Hasyim Asy `ari  

بسم الله ، وصلاة وسلام علي سيدنا رسول الله ، وآله وصحبه ومن والاه..
وبعد ،،

Ini adalah diskusi yang sering terjadi antara ana dan kaum hasywiyah,ana catatkan untuk antum semua,mudah mudahan bisa di perlengkap oleh guru2 ana yang lebih berilmu daripada ana, mudah2an jadi bahan renungan kita semua supaya bisa keluar dari kedangkalan dan kecelakaan menuju kecerdasan dan bagusnya berhujjah, dan ana sudah mendapat kejelasan atas aqidah hasywi mereka,dan di sini saya tdk menyebutkan nama orangnya tapi cukup kita sebut diskusi antara sunni dan hasywi: 

Pertama:
Sunni: apakah kalian menisbatkan kejisiman/fisik terhadap Allah SWT??
Hasywi: oww tdk sama sekali...!!
Sunni: apakah masuk akal "Allah yang berdiri  dgn sendirinya itu bukan jisim atau menempat pada jisim?? Dan jika anda bertanya hal ini pada kaum mujasim, maka mereka akan berkata:itu sama dengan al adam:tdk ada.
Hasywi:NAAM...kami percaya Allah yang berdiri sendiri bukan jisim dan tdk menempat pada jisim,karena Allah taala laesa kamislihi syaeun.... 
komentar (2) | | Read More...

Wahabi tidak mungkin bisa membuktikan Sang pencipta yang tidak membutuhkan pencipta

Penulis : Bagus Rangin on 2 Maret 2012 | 00.10.00

2 Maret 2012





 Kiyai Fadhil Bentan -
ulama yang menjadi guru dari almarhum Sultan Johor, Malaysia. 

Ketika kita melihat sekitar kita, kita melihat akan dua hal: batas (batas fisik / batas spasial]  bentuk  dan warna. Tidak ada hal lain yang terlihat oleh mata kita selain hal itu. Kita tidak perlu mempertimbangkan macam-macamnya, karena intinya semua memiliki batas/perbatasan.

Apa yang kita fikirkan dengan semua itu adalah untuk membuktikan kebutuhan ciptaan kepada Sang Pencipta dengan adanya batasan. Kita bisa membuktikan bahwa semua yang memiliki batasan, tidak peduli bagaimana bentuknya, itu memiliki Pencipta,  artinya itu menunjukkan bahwa ada Sang Pencipta [1], Mengapa bisa begitu?? Karena batasan hanya berbeda dalam ukuran dan bentuk saja, tidak ada kelebihann antara satu sama lain dalam hal kebutuhan dan memerlukan pencipta di banding dgn yang lainnya. 

Dengan demikian, maka jika seseorang mengatakan bahwa Allah memiliki batasan, maka ia  hakikatnya mengatakan bahwa Allah pun seperti yang lain, yang sama2 memiliki batasan, yakni memerlukan pencipta, dan jika ia  tidak mengatakan begitu, maka ia tidak dapat membuktikan bahwa sesuatu yang lain yang memiliki batasan membutuhkan pencipta. Jika ia tidak dapat membuktikan bahwa hal batasan perlu pada pencipta, maka dia tidak dapat membuktikan bahwa semua yang dilihat dengan mata di sekitarnya,itu membutuhkan seorang pencipta.

komentar | | Read More...

Wahabi: Allah berada di atas Arsy, tetapi Dia bukan jisim/fisik

Penulis : Bagus Rangin on 26 Februari 2012 | 15.31.00

26 Februari 2012


Wahabi : Allah memang di atas Arsy-Nya dan terpisah dari ciptaan-Nya, semua bukti menunjukan atas poin ini. Kami tidak mengatakan Allah adalah jisim atau apa pun-kita hanya menegaskan apa yang dikatakan Allah dan Rasul-Nya (sallallahu aleyhi wasallam). 

Komentar: Jika yang Anda maksud dengan "di atas Arsy" dalam arti kebesaran status atau sejenisnya, maka ini adalah benar, dan semua muslim mesti percaya hal itu. Ini adalah arti yang paling indah yang bisa mengerti dari pernyataan ini, dan itu bagaimana yang harus dipahami, karena Allah memiliki  asma yang paling indah.

Namun, tidak benar menyatakan bahwa bukti menunjukkan Allah berada di atas Arsy dalam arti lokasi dan arah, karena Allah mengatakan kepada kita bahwa Dia tidak menyerupai apa pun, dan karena di atas dgn arti lokasi dan arah bukanlah  arti yang paling indah dari lafad itu,dan jika di katakan di atas,maka pasti ada sesuatu di bawahnya,maka tidak benar di katakan di atas tapi terpisah dgn ciptaanNya,atau mgkn ada maksud lain dari kata terpisah?? dan jika terpisah,maka apakah ada jarak,apakah jarak terbatas atau tdk terbatas,dan itu berarti ada ruang lagi utk Allah,terus apakah ruang itu qodim: tanpa permulaan [tdk di cipta], atau ada permulaan? ,jika tdk ada permulaan berarti ada selain Allah yang qodim,dan jika ada permulaan [di cipta],maka artinya tdk terpisah dgn ciptaan...!
komentar (8) | | Read More...

Perbedaan aqidah wahabi dan Sunni' bag: II

Penulis : Bagus Rangin on 23 Januari 2012 | 07.52.00

23 Januari 2012


Berikut adalah beberapa pendapat para ulama mu"tabar tentang aqidah wahabi :

1- Imam Ibnu Hajar al Asqalaaniyy mengatakan :


ﻗﺎﻝ ﺣﺬﺍﻕ ﺍﻟﻤﺘﻜﻠﻤﻴﻦ ﻣﺎ ﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻴﺪ ﺃﻭ ﺃﺿﺎﻑ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻓﻤﻌﺒﻮﺩﻫﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﺒﺪﻭﻩ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻥ ﺳﻤﻮﻩ ﺑﻪ    

: Telah berkata Para ulama mutakallimin brilian : " barang siapa menyamakan Allah dengan ciptaan-Nya, atau  menisbatkan tangan kepada-Nya (dalam arti bagian atau anggota tubuh) atau  menisbatkan anak kepadaNya,  maka yang mereka sermbah  bukanlah  Allah, walau pun mereka menyebutnya Allah [fath albari 3/359.cet daralmarifah baerut 1379]
komentar | | Read More...

Perbedaan wahabi dengan Sunni bag: 1

Penulis : Bagus Rangin on 22 Januari 2012 | 19.44.00

22 Januari 2012




 Syaikh Kirdun 


 
 Saya sering diminta untuk membuat daftar perberbedaan antara keyakinan Wahabi (ulama-ulamanya) dengan  Sunni. Perbedaan utama antara wahabi dan Sunni adalah ketika Wahabi mengatakan: ''Allah tidak menyerupai ciptaan-Nya'', maksud dari ucapan mereka  adalah:  Allah berbeda dgn ciptaanNya  dgn cara seperti berbedanya antara satu ciptaan dgn ciptaan lainnya,  contoh seperti dalam kasus sidik jari, Semua orang memiliki sidik jari, tetapi  ada perberbedaan antara satu sama lain. Jadi ketika mereka mengatakan: Allah memiliki tangan,  tapi "tidak seperti  tangan mahluq," artinya bahwa Allah dan mahluq sama memiliki karakteristik fisik tetapi berbeda dalam warna, jumlah jari,  juga bentuknya , atau sesuatu lain seperti itu.  nin sebuah kenyataan....,karena mereka percaya bahwa Allah adalah sesuatu yang dapat di tunjuk dgn arah dan memiliki batas yaitu bentuk dan ukuran.
komentar (2) | | Read More...

TAUHID RUBUBIYAH YANG BATHIL DIBUAT SALAFY.

Penulis : Bagus Rangin on 11 Januari 2012 | 22.59.00

11 Januari 2012



ALLAH BERFIRMAN: Katakanlah: Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.”Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?Katakanlah: Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya `Arsy yang besar? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah.Katakanlah: Maka apakah kamu tidak bertakwa? Katakanlah: Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah: (Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu? [QS. Al-Mu-minun: 84-89]

  Sebagian orang menganggap bahwa ayat-ayat ini tengah memberitahukan bahwa orang-orang non-Muslim juga mengakui Rububiyah Allah. Mereka berpendapat bahwa orang komunis, orang atheis, orang Kristen, orang Hindu, orang Budha, orang Yahudi,dan yang lainnya itu mengakui bahwa Allah adalah Pencipta semesta alam.

  Sungguh, ini adalah aqidah yang bathil. Ayat-ayat tersebut justeru memberitahukan kepada kita bahwa kalau pun mereka berkata seperti itu, sesungguhnya pengakuan mereka itu adalah
komentar | | Read More...

KESALAHFAHAMAN ORANG YG MEMISAHKAN ANTARA RUBUBIYAH DAN ULUHIYAH

Penulis : Bagus Rangin on 8 Januari 2012 | 21.26.00

8 Januari 2012







Telah di tetapkan secara nas dan secara aqal bahwa seseuatu yg disifati dgn sifat rububiyah, maka sesuatu itu layak UNTUK di sembah,dan sesuatu yg tdk di sifati dengan rububiyah, maka tdk layak untuk di sembah,oleh sebab itu maka adanya sifat rububiyah itu melazimkan kelayakan untuk disembah dan merupakan [talazum] tidak bs dipisahkan menurut syariat allah dan menurut aqal manusia.

komentar (8) | | Read More...

Total Tayangan Halaman

Translate

PENGELOLA BLOG:

PENGIKUT:

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger