News Update :
Home » » Sifat kalam Allah

Sifat kalam Allah

Penulis : Qultu Man Ana on 21 March 2012 | 23:29:00




 Syaikh Muhammad Tahir al Kurdi [ulama hijaz] 


Kalam Allah adalah sifat yang diperlukan dan kekal dengan kesempurnaan, dan  berkaitan dengan segala sesuau yang Dia ketahui,dan dengannya Dia mengatakan perintah, janji dan ancamanNya. Dan merupakan ketidaksempurnaan untuk Sang Pencipta jika tidak memiliki  sifat utk mengatakan, perintah, janji dan ancamanNya. oleh sebab itu kami tidak percaya bahwa kalam Allah ada permulaannya, atau kalamNya itu adalah suatu tindakan seperti pembicaraan kita, karena dengan hal itu berarti Allah butuh kepada selainNya untuk menciptakan kalamNya supaya menjadi  sempurna.

Dan Selain itu jg, adalah ketidaksempurnaan jika kalamNya untuk mengungkapkan apa yang diketahuiNya itu berupa serial (kata2 berurutan,  perkataan satu demi satu, atau perkataan dengan huruf atau suara). karena kalam yang terdiri dari ekspresi serial itu pasti memiliki awal dan akan ada penundaan dalam menginformasikan semua yang di krtahuiNya.


Suara dan huruf adalah kalam yang diciptakan 

Kalam yang terdiri dari  suara dan huruf adalah kalam ciptaan,karena alasan ini seseorang tidak boleh mengatakan bahwa sifat kalam Allah yang kekal adalah huruf dan suara, karena Allah berkata:

"ليس كمثله شيء"

Artinya: " tidak ada sesuatu yang menyerupai Dia." (Al-Sħuuraa, 11)


Dengan demikian, ketika Ahlu-s-Sunnah Asħariyyah dan Ĥanafiyyah mengatakan bahwa "Al-Qur'an tidak diciptakan" maksud mereka adalah mengacu pada sifat kalam Allah yang kekal  yang  bukan suara ataupun huruf. Dengan kata lain, kalimat dalam kitab Al-Qur'an itu mengacu pada pada apa yang terkandung dari apa yang Allah katakan dgn sifat kalamNya.



Ini adalah keyakinan yang benar, karena bahasa Arab sama seperti semua bahasa, diciptakan oleh Allah. Dengan demikian, jika bahasa Arab adalah suatu ciptaan, bagaimana bisa berbicara dgn bahasa Arab tapi bukan ciptaan/mahluk?  Selain itu, kalam yang berupa huruf dan suara  pasti memiliki awal dan karenanya itu penciptaan. Mengapa? Karena kata-kata dan huruf memiliki awal.Jadi dalam "Bismillah", misalnya "i" datang  setelah "b", sehingga ketika Anda mengatakan Bismillah, suara "i" hanya ada setelah ketidak adaan "b" . Ini berarti "saya" telah menjadikan ada setelah sblmnya tdk ada  yang berarti bahwa itu perlu pencipta ,Tidak ada yang bisa ada tanpa pencipta, semua muslim percaya  hal itu.



Kalau orang bertanya:kalau kalam Allah bukan dengan Huruf dan suara ,maka bagaimana kita akan memahaminya??berkata itu kan pasti dengan suara,dan suara itu dengan huruf",maka jawabannya adalah: bicara itu tdk mesti dengan suara yang terdiri dari huruf,coba kita rasakan selagi kita belum tidur,maka hati kita akan terus berkata2,coba sekarang hati kita lagi ngomong apa?? hehe,hati kita terus2an berkata2 tetapi bukan dgn huruf dan suara tapi kita dapat memahaminya,sebagaimana dikatakan dalam syair:

“ Sesungguhnya perkataan yang hakiki itu berada dalam hati, adapun perkataan mulut merupakan gambaran isi hati “

tapi jangan salah faham dan menganggap bahwa kalam Allah samaa dengan perkataan hati,maksud penulis itu sekedar menjelaskan bahwa perkataan tdk mesti dgn huruf dan suara..

jika ada orang bertanya: kami mendengar hadist yang maksudnya bahwa nanti di alam akhirat semua manusia akan di tanya oleh Allah seperti kalau allah bertanya pada orang kaya yang punya tetangga miskin,tetapi orang kaya itu tdk memperhatikannya,Maka Allah bertanya pada orang kaya tadi: kami memberi kekayaan kepadamu supaya mau menolong orang miskin,tapi kenapa kau membiarkan tetanggamu yang miskin itu? Nah Allah berbicara hal itu pada orang kaya tadi pasti terdengar,dan jika terdengar pasti dengan suara,dan jika suara pasti dengan rangkaian huruf??,maka  jawabannya: dalam hal ini,memang Rasul tdk menjelaskan kepada yang hadir saat itu bahwa kalam Allah bukan dengan suara,sebab kalau di jelaskan maka akan panjang lebar,atau mgkn takut hadirin tdk memperhatikan tujuan utama beliau yaitu supaya tdk kikir dan tdk mengabaikan orang miskin,maka kesimpulan jawabannya adalah:di dunia atau di akhirat,masalah kalam Allah itu sama saja,maka kalau di buka hijab maka kita akan bisa mendengar kalam Allah yang bukan huruf juga suara,maka di akhirat sebagaimana contoh pertanyaan terhadap orang kaya tadi,Kalau Allah mau membuat si kaya tadi mendengar kalamnya, Allah membuka hijab padanya dan ia mendengarnya shgg ia memahaminya yang maksudnya secara bahasa manusia adalah bertanya sebagaimana di atas,,nah ketika si kaya tadi mau jawab maka Allah kembali menutup hijab.jadi bukan Allah memulai berkata atau mendadak berkata dgn anu dan anu,tetapi dgn di buka hijab dan allah memberikan faham kpa orang kaya tadi atas sebagian Kalam Allah yang qodim tsbt,yang di fahami oleh si kaya itu sbgmn pertanyaan di atas.

Nah seterusnya kita mengartikan kalam Allah kepada hamba2nya seperti telah di sebutkan itu, malah waktu Rasul miraj,Allah berfirman kepadanya yang maksudnya adalah memerintahkan shalat 5 waktu,jadi bukan allah seketika itu mengawali pembicaraan,tapi dengan di buka hijab sebagaimana di atas,begitu juga Nabi Musa AS saat pulang dari negara madyan dan melewati dan munajat di gunung tursina dan mendengar kalam Allah,malah sebelumnya juga Nabi adam AS jg ketika di firmankan oleh Allah dgn larangan makan buah khuldi,dan usulnya iblis pada Allah ketika di usir dari surga,itu sama dengan kalam qodim Allah,di buka hijab dan di tutup hijab sebagaimana contoh di atas,dan bukan Allah mendadak ngmg dan memulai perkataan seketika itu,karena kalam Allah tdk ada permulaan dan urutan,kalau kalam Allah dengan urutan ,huruf dan suara jg ada permulaan,maka itu tdk ada perbedaan dgn kalam mahluk,sedangkan kalam mahluk itu ada permulaan,jika kalam Allah ada permulaan,maka itu mustahil karena Allah dan sifat2Nya itu qodim.

Definisi Sifat kalam adalah satu sifat yang qadim , yang ada pada zat allah s.w.t , tidak berupa huruf dan suara , tiada dahulu tiada kemudian , tiada i'rab dan bina' .


KALAM LAFZDI DAN KALAM NAFSI

didalam bahasan sifat kalam ini , sayogyanya kita membedakan diantara kalam lafzi dan kalam nafsi .karena kebanyakan dari kita tidak mampu membedakannya maka terjatuh ke dalam fitnah yang besar yaitu mengatakan kalam allah adalah makhluk .

KALAM LAFZDI/KALAM HISSI

para ulama' telah membuat definisi kalam lafzdi atau kalam hissi :

1-kalam lafzi ialah kalam yang diciptakan oleh allah s.w.t yang diletakkan di luh mahfuz .
2-kalam lafzi ialah kalam yang berhuruf , bersuara . namun makna kalam lafzi ini adalah sebagian daripada makna kalam nafsi yang qadim yang ada pada zat allah s.w.t .

KALAM NAFSI

kalam nafsi ialah dari sifat kalam allah s.w.t yang qadim .

PERBEdAAN

perbedaan yang mudah untuk kita fahami ialah kalam nafsi itu sifat kalam yang dengannyalah allah s.w.t mampu untuk berbicara .adapun kalam lafzi merupakan takluk atau merupakan makna daripada tugas sifat kalam allah s.w.t .

contoh : kita juga mempunyai sifat kalam .maka sifat kalam kita tidak berhuruf dan bersuara,itulah dipanggil kalam nafsi .namun apabila kita berkata itu disebut kalam lafzi .(contoh ini bukan untuk mentasybihkan allah dengan makhluk).tapi sekedar penjelasan.

ADAKAH AL-QURAN KALAM ALLAH itu MAKHLUK?

persoalan ini telah menjadi suatu fitnah yang amat dahsyat pada masa dahulu .dimana imam ahmad bin hanbal telah dipenjarakan semata-mata karena mengatakan al-quran adalah kalam allah yang qadim bukan baru/mahluk .imam al-bukhari dalam satu riwayat dikatakan telah lari daripada pemerintah ketika itu lalu berdoa kepada allah : wahai tuhanku ambillah nyawaku ini dalam keadaan tidak ditimpa fitnah ini(fitnah mengatakan al-quran itu makhluk) .

jawaban : ya al-quran adalah kalam allah ,maksudnya tiada seseorang pun dikalangan makhluk ini yang menyusun ayat-ayat yang ada didalam mashaf sekarang ini , bahkan itu semua adalah ciptaan allah s.w.t .

ulama' asyairoh menguraikan permasalahan ini dengan mengatakan : al-quran yang berhuruf ,yang dibaca , yang ada surah-surah ,ayat-ayat adalah baru/ada permulaan namun makna ayat-ayat quran tersebut adalah qadim .

namun kata-kata seperti ini tidak boleh diucapkan melainkan didalam majlis menuntut ilmu saja .

maka aswaja meyakini bahwa kalam Allah atau sifat kalam itu qodim tdk ada permulaan sbgmn ket di atas,adapun pendapat muktazilah adalah bahwa kalam allah itu baru/ada permulaan,sebab menurut mereka kalau ngmg/kalam ya pasti dgn suara,dan pasti terdiri dari huruf,dan pasti berurutan,shgg mereka menafikan sifat kalam dan menyatakan Allah membuat kalamNya,itulah maksud dari ucapan mereka kalam ALLAH itu mahluk.


Kalau kita menemukan dalam alquran ada ungkapan yang menunjukan bahwa kalam allah itu baru/ada permulaan,maka kita fahami bahwa maksudnya adalah Alquran yang di turunkan pada Nabi SAW yang sekarang kita baca, seperti dalam ayat: inna anzalnaahu fi lailatil qodr: kami menurunkan alquran pada malam lailatul qodr,nah alquran dalam arti lafad dalam mushaf, itu di ciptakan oleh Allah dan di tuliskan di lauh mahfud yang ada di atas langit ke tujuh kemudian di turunkan ke baitul izzah pada malam lailatul qodar scra keseluruhan ,kemudian di turunkan kepada nabi Saw secara bertahap sesuai kejadian dan kondisi nabi dengan para shahabatnya.

untuk lebih jelas,baca juga postingan sebelumnya tentang sifat kalam............
wallahua'lam....


DiNuqilkan Oleh : Qultu Man Ana ~ Kertajati-Majalengka

pucukpucuk agan sedang membaca artikel tentang: Sifat kalam Allah. Silakan agan copy dan paste atau sebarluaskan artikel ini jika dinilai bermanfaat,Ane juga menyediakan FD / DVD 100 lebih kitab2 membantah wahabi,dengan membelinya itu plus infaq untuk lancarnya aktivitas dakwah keislaman atas perhatian sahabat semua,jazakumuLlah ahsanal jaza :

*** Dapatkan dvd/fd di sini ***

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Anonymous
21 June 2012 at 09:53

Bismillahirrohmaanirroohiimi. Alhamdulillahi robbil' aala miin. Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa'aa lihi washohbihi ajma'iin. I'tiqod saya Kalaamullah Qodim yang ada pada Dzat Nya yang Qodiim. Andai kata terlaksana usaha kaafir harbi(ditaqdirkan Allah) yang ingin membakar habis AlQuran,dan Quran benar2 telah habis terbakar; saya yaqiin Kalam Allah yang tak terkait waktu tetap berisi pe rintah Nya, larangan Nya, janji Nya dan ancaman Nya, kho bar Nya dan istikhbar Nya. Yang terkait waktu adalah saya, ma ka saya meyaqini itu sepanjang adanya saya(muqoyyad) ti ada berubah sedikitpun! Salaam ta'dlim untuk Ahlissunn ah waljamaa'ah Asy'aariyyah wa Maathuriidiyyah.

Post a Comment

Jangan lupa Tulis Saran atau Komentar Anda

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger